Pergerakan Mahasiswa Sebelum Dan Sesudah Reformasi.
Pergerakan Mahasiswa Sebelum Dan Sesudah Reformasi.

By Admin 28 Feb 2018, 17:23:49 WIB Sejarah Indonesia
Pergerakan Mahasiswa Sebelum Dan Sesudah Reformasi.

Keterangan Gambar : Indonesia baru.com


Mahasiswa memiliki peran yang istimewa yang dikelompokkan dalam tiga fungsi : agent of change, social control, dan iron stock. Dengan fungsi tersebut, tugas besar diemban mahasiswa yang diharapkan dapat mewujudkan perubahan bangsa yang sudah sangat semerawut ini. ~Peran mahasiswa sebagai Agent of Change :  Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Sadar atau tidak, telah banyak pembodohan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa seharusnya berpikir untuk mengembalikan dan mengubah semua ini. Perubahan yang dimaksud tentu perubahan kearah yang positif dan tidak menghilangkan jati diri kita sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Namun untuk mengubah sebuah negara, hal utama yang harus dirubah terlebih dahulu adalah diri sendiri. ~Peran mahasiswa sebagai Social Control : Hari ini korupsi semakin memprihatinkan, hukum bisa dibeli, biaya pendidikan yang mahal, serta berbagai persoalan lainnya. Tentu hal ini tidak dirasakan bagi mereka yang berkantong tebal, akan tetapi golongan menengah kebawah sangat merasaknnya. Inilah mengapa kita sebagai mahasiswa harus bertindak serta berperan aktif dengan ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Peran mahasiswa sebagai social control terjadi ketika ada hal yang tidak beres atau ganjil dalam masyrakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap kebusukan-kebusukan dalam birokrasi yang selama ini dianggap lasim. Lalu jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungan, maka harapan seperti apa yang pantas disematkan pada pundak mahasiswa? Kita sebagai mahasiswa seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian social yang peduli terhadap masyrakat karena kita adalah bagian dari mereka. Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dengan demo atau turun kejalan saja. Melainkan dari pemikiran-pemikiran cemerlang mahasiswa, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsa kita. ~Peran mahasiswa sebagai Iron Stock :  Para Pemimpin republic ini hanya berhasil membangun kekesalan rakyatnya dan menanam bibit pesimisme. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan memiliki kemampuan, ketrampilan, dan akhlak mulia untuk menjadi calon pemimpin siap pakai. Intinya mahasiswa itu merupakan asset, cadangan, dan harapan bangsa untuk masa depan Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, mahasiswa telah berhasil melumpuhkan resim orde baru dan membawa Indonesia ke dalam suatu era yang saat ini sedang bergulir, yakni era reformasi Bukan tidak mungkin sosok pemimpin dan negarawan yang selama ini didambakan, akan lahir dari kampus. Cuma sistem demokrasi Indonesia saat ini lebih banyak menciptakan elit yang ingin tampil dan membanggakan diri. Mereka mendapatkan tempat karena politick uang, sehingga memunculkan para politisi instant. Lantas sekarang apa yang bisa kita lakukan dalam memenuhi peran iron stock tersebut? Mahasiswa tidak cukup jika hanya sebagai akademisi intelektual yg hanya duduk mendengarkan dosen dalam ruangan perkuliahan. Kita harus memperkaya diri kita dengan pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan. Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seorang pemimpin bangsa masa depan yang akan menggantikan generasi yang telah ada, sehingga tidak cukup hanya dengan memupuk ilmu spesifik saja. Perlu adanya soft skill seperti leadership kemampuan memposisikan diri dan sensitivitas yang tinggi. Pertanyaannya, sebagai seorang mahasiswa, Apakah kita sudah memiliki itu semua Maka lengkaplah peran mahasiswa itu sebagai pembelajar sekaligus pemberdaya yang didukung dalam tiga peran: agent of change, social control, dan iron stock. Hingga suatu saat nanti, bangsa ini akan menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang di tunggu-tunggu bangsa ini. Pergerakan Mahasiswa Pasca Reformasi Mahasiswa Indonesia yang berperan sebagai pengusung reformasi, merubah strategi perjuangan melalui pergerakan dengan keseluruhan latar belakang masalah sosial, ekonomi dll. dengan tidak lagi terpatok kepada satu tujuan tertentu saja. Pada masa awal reformasi mahasiswa mengagendakan sejumlah tuntutan yang didasari oleh masalah sosial, ekonomi seperti ; pemberantasan KKN, pembentukan Otonomi Daerah dsb. Hal ini mencerminkan bahwa mahasiswa tidak mau terkekang oleh suatu rezim maupun kediktatoran pemimpin bangsa. Disatu sisi mahasiswa menyuarakan masalah, tidak sebatas dengan apa yang mereka rasakan melainkan tertuju pada realita atau kenyataan yang ada di masyarakat luas. Memang, secara realita, mahasiswa memiliki suatu kelebihan yaitu, berani bersuara dan melantangkan masalah sosial dibawah ancaman pemerintah.  Gerakan reformasi mahasiswa memang tidak mempersoalkan siapa yang akan mengganti kebijakan pemerintah melainkan, lebih kepada proses yang demokratis dengan latar belakang reformasi tersebut. Karena itu disimpulkan, bahwa gerakan reformasi mahasiswa adalah gerakan yang berdiri sendiri, non-partisipan, lebih didasarkan pada substansi perubahan daripada pelaksana perubahan. Tidak ada alasan untuk menimbang-nimbang siapa yang menjadi pelaksana reformasi, namun yang lebih penting mempertanyakan apa yang dilakukannya terhadap reformasi. Lantas kalau memang apa yang harus dilakukan terhadap reformasi itu sendiri diajukan terhadap angkatan mahasiswa pasca reformasi, bagaimana?  Sudahkah sistem penyelenggaraan negara berpihak pada kepentingan rakyat banyak? Apakah bangsa ini benar-benar merdeka, sementara kita tahu sendiri seluruh kehidupan ekonomi, sosial Indonesia sudah didikte oleh negara-negara barat, dengan mengeksplorasi seluruh kekayaan alam bumi nusantara. Dan semua ini terjadi karena faktor pemerintah kita yang tidak tegas dan hanya mementingkan keluarga dan kelompoknya. Seharusnya hal tersebut bisa menjadi sebuah wacana bagi kaum intelektual muda negeri ini yakni mahasiswa untuk melakukan gerakan perjuangan kembali, seperti yang sudah dilakukan oleh gerakan mahasiswa angkatan ’45, angkatan ’66, dan angkatan ’98 terdahulu. Namun yang tertulis tidaklah hampir sesuai dengan kenyataan yang ada. Gerakan mahasiswa setelah munculnya era reformasi gaungnya sudah hampir tidak terdengar lagi. Mereka kini hanya berfokus pada daerahnya masing-masing saja dan tidak  terpusat contohnya seperti gerakan ’98. Itupun kadangkala tidak digubris oleh pihak yang merasa ditantang oleh gerakan mahasiswa seperti, pemerintah.Dan ditilik dari segi jumlah massanya pun gerakan mahasiswa saat ini telah mengalami penurunan. Mungkin hal ini dapat terjadi karena, trauma mahasiswa angkatan pasca reformasi setelah menyimak sejarah pergerakan mahasiswa angkatan ’98 di berbagai media informasi. “Mereka berbuat dan berkorban demi memperbaharui negeri ini dari segala kediktaktoran dan penyimpangan, tetapi semua itu harus dibayar dengan jatuhnya korban jiwa karena gerakan ’98 bergerak sendiri tanpa adanya perlindungan dari angkatan bersenjata”. Akhirnya dampaknyaTerlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi turunnya gerakan mahasiswa pasca reformasi saat ini,kehadiran mahasiswa dengan gerakan pembaharuannya tetaplah sangat diperlukan sebagai controlling of state implementation sehingga keseimbangan negara dan kepentingan rakyat dapat terlaksana.Tumbangnya orde lama dan berganti dengan orde baru merupakan campur tangan mahasiswa dengan tentara. Kekuasaan orde baru selama 32 tahun akhirnya dapat di runtuhkan oleh mahasiswa. Runtuhnya orde baru pada tahun 1998 merupakan awal reformasi dari bangsa Indonesia. Setelah kita melihat sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia sehingga dapat menimbulkan sebuah pergerakan nasional sekaligus perubahan, kita berpikir bahwa kekuatan mahasiswa tidaklah bisa di pandang sebelah mata. Karena pemikiran yang kritis dan nalar intelektualitas dari para mahasiswa terhadap penyimpangan bangsa dalam mengurus negara dan rakyat dapat merubah bangsa itu sendiri. Sehingga layak jika mahasiswa menyandang predikat “agent of change”, agennya pembaharuan. Hidup Mahasiswa !!! Hidup Rakyat !!! Panjang Umur Perjuangan. Ditulis Oleh :Daniel Saragi Mahasiswa Hukum Universitas Islam Riau Kader GMNI Kota Pekanbaru Raya  

(fredrik)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

SIAPAKAH CALON PUTRA/PUTRI TERBAIK PAPUA BARAT ANGGOTA DPR-RI 2019 DAPIL PAPUA BARAT
  FREDRIK RONALDO YESNATH.PARTAI DEMOKRAT
  JIMMY IJI.PARTAI PDI P
  ROBERT J KARDINAL. PARTAI GOLKAR

Komentar Terakhir

  • Tommy Utama

    Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya mempertanyakan dasar keputusan SBY ...

    View Article
  • Udin Sedunia

    Menurut Yunarto, Roy selama ini lebih dikenal sebagai pakar foto digital dan video ...

    View Article
  • Lukmanul Hakim

    saya yakin PHP juga bisa bertahan sampai 2030 ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video