Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Indef Kritik Sikap Oposisi soal Politisasi Rupiah

By Admin 08 Sep 2018, 21:16:49 WIB Ekonomi
 Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Keterangan Gambar : Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS


Jakarta, Indonesia-Baru.com -- Ekonom Instute For Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira meminta agar pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jangan ditarik ke ranah politik karena dapat memberikan sentimen negatif.

Dia mengatakan perdebatan soal isu melemahnya rupiah ramai di media sosial dan media massa, sehingga bikin politikus berlomba-lomba berkomentar mengenai isu itu.

"Tadi ada komentar soal sosial media, ini bikin ribut, bikin sentimen-sentimen jadi negatif," ujar dia di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (8/9).

Bhima mengingatkan oposisi untuk tidak bermain-main dengan pelemahan rupiah di ranah politik, dengan memanfaatkan isu itu untuk menyalahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Partai Gerindra menyatakan pengkhianat sejati adalah otoritas yang melakukan kesalahan sehingga rupiah melemah. Di sisi lain, Menko Maritif Luhut Pandjaitan menegaskan politisasi rupiah adalah pengkhianatan terhadap negara.

"Kita jangan memain-mainkan politik untuk currency ini karena dampaknya pada semua rakyat kecil. Jadi kalau semua itu orang melakukan [politisasi rupiah] itu saya kira itu pengkhianatan pada negara," kata Luhut.

Tak hanya itu, Prabowo-Sandiaga juga tadi malam menyatakan bahwa pemerintahan Jokowi melakukan kekeliruan dalam orientasi pembangunan sehingga rupiah kian melemah.

Padahal, kata Bhima, pelemahan rupiah ini faktornya sangat struktural dan fundamental, bukan semata-mata karena kesalahan rezim Jokowi. Bhima menegaskan oposisi bakal terkena imbasnya apabila terus menari-nari di atas pelemahan rupiah saat ini."Kalau oposisi terus mengibasi bara api ini, apa enak jika pihak oposisi menang 2019 rupiah berada di level Rp15 ribu. Saat berkuasanya apa nyaman juga? Jadi kita ingin lebih calm down lah," kata Bhima.

Oposisi kata, Bhima harusnya memberikan kritik yang bersifat konstruktif agar tidak terus memberikan sentimen negatif dan menciptakan ketenangan di masyarakat.Di sisi lain, lanjut Bhima pihak pemerintah juga tidak perlu banyak berkomentar dan justru memberikan sentimen negatif.

Misalnya saja mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo yang memprediksi rupiah tertekan pada Mei lalu. Pernyataan itu, kata dia, justru membuat pelaku pasar berspekulasi.

"BI ini kok malah ngeluarin pernyataan yang membuat orang berspekulasi. Seperti orang berpikir jadi melakukan impor lebih cepat atau ngumpulin dolar karena takut itu bebar terjadi," terangnya.

Selain itu, OJK juga pernah mengeluarkan pernyataan soal stress test rupiah hingga level Rp20 ribu. Hal ini justru membuat persepsi pasar bahwa rupiah bakal melemah terus menerus.

"Orang itu tidak lihat perbankan amannya, tapi yang dilihat Rp 20.000 Harusnya stress test tidak boleh diumumkan," ujarnya./CNN

(TIM Indonesia-Baru.com)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

SIAPAKAH CALON PUTRA/PUTRI TERBAIK PAPUA BARAT ANGGOTA DPR-RI 2019 DAPIL PAPUA BARAT
  FREDRIK RONALDO YESNATH.PARTAI DEMOKRAT
  JIMMY IJI.PARTAI PDI P
  ROBERT J KARDINAL. PARTAI GOLKAR

Komentar Terakhir

  • Tommy Utama

    Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya mempertanyakan dasar keputusan SBY ...

    View Article
  • Udin Sedunia

    Menurut Yunarto, Roy selama ini lebih dikenal sebagai pakar foto digital dan video ...

    View Article
  • Lukmanul Hakim

    saya yakin PHP juga bisa bertahan sampai 2030 ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video